Pages

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI 5

Minggu, 08 Mei 2016

Maturity Model Software Maintenance
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang.
Software maintenance, modifIkasi produk software setelah ia dikeluarkan, untuk mengoreksi kesalahan, untuk meningkatkan penampilan atau atribut lainnya, atau untuk menyesuaikan produk dengan lingkungan yang telah berubah.

Software Maintenance
Software maintenance adalah proses memodifikasi sistem perangkat lunak (software) yang bertujuann untuk memperbaiki kesalahan, memperbaiki atribut lain atau kinerjanya atau mengubah untuk memudahkan proses adaptasi terhadap perubahan lingkungan sekitarnya. Ada 4 jenis maintenance yaitu :
·         Corrective
Maintenance yang dilakukan untuk memperbaiki kesalahan pada perangkat lunak dan kuat. Dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan interpersonal yang kuat.
·         Adaptive
Maintenance yang dilakukan untuk membuat sebuah program komputer yang dapat digunakan dalam lingkungan yang berbeda.
·         Perfective
Maintenance yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja atau atribut laindalam program komputer.
·         Preventative
Maintenance yang dilakukan untuk mencegah sebelum terjadinya masalah. Dari keempat jenis maintenance ini, perfective merupakan langkah pemeliharaan yang paling sering dilakukan organisasi/perusahaan.
Lalu ada tahapan software maintenance, karena software maintenance merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendukung sistem software maka kegiatan software maintenance terdiri atas :
·         Pelaksanaan proses implementasi
·         Masalah dan analisa modifikasi
·         Penerapan modifikasi
·         Pengulangan pemeliharaan
·         Pemindahan dan penghentian

Aspek Kegiatan Maintenance
Aktivitas pemeliharaan yang pertama terjadi karena asumsi yang salah pada saat uji coba yaitu kesalahan-kesalahan tersembunyi pada perangkat lunak yang cukup besar. Menurut O’Brien (2005) bahwa dibutuhkan pembagian kegiatan maintenance ke dalam empat aspek. Pemeliharaan perangkat lunak dapat dibedakan menjadi:
  • Adaptive, diartikan sebagai modifikasi sistem untuk mengatasi perubahan lingkungan software. Aktivitas yang kedua ini terjadi karena pertumbuhan atau perkembangan perangkat lunak atau perangkat keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat.
  • Perfective, diartikan sebagai tindakan baru implementasi atau perubahan pengguna peralatan yang mana memperhatikan fungsi tambahan untuk software. Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan dilakukan uji cobs kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.
  • Corrective, diartikan sebagai deteksi dan perbaikan masalah, yang ditemukan oleh pengguna. Aktivitas ini terjadi pada saat produk dipakai dan hasil yang didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai.
  • Preventive, diartikan sebagai peningkatan kemampuan software atau reabilitas untuk menghindari masalah di masa yang akan datang. Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi kemajuan perangkat lunak atau perangkat keras di masa mendatang, umpamanya penambahan fungsifungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.

Maintenance Activity
Aktivitas penting untuk maintenance perangkat lunak adalah perencanaan. Jika tahap development berlangsung 1-2 tahun, maka fase maintenance berlangsung selama bertahun-tahun. Memperkirakan secara akurat sumber daya yang digunakan adalah elemen kunci dalam rencana maintenance. Sumber daya yang didalamnya termasuk biaya harus dimasukkan dalam rencana anggaran proyek. Rencana maintenance harus dimulai dengan membuat atau menentukan tujuan kualitas perangkat lunak. Konsep dan perencanaan maintenance :
·         Mengandung ruang lingkup (scope) maintenance perangkat lunak.
·         Proses setelah perangkat lunak selesai.
·         Harus diketahui siapa yang akan melakukanmaintenance.
·         Perkiraan biaya maintenancesiklus hidup perangkat lunak.

Teknik-teknik Maintenance
Software maintenance yang efektif dilakukan dengan teknik yang spesifik atau khusus untuk maintenance. Beberapa teknik praktis yang biasa diapakai maintener akan dijelaskan di bawah ini:
  • Program Comprehension
Programmers menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan mengerti program dalam rangka mengimplementasikan perubahan. Code browsers merupakan tools kunci dalam program comprehension. Dokumentasi yang singkat dan jelas dapat membantu dalam program comprehension. Berdasarkan atas pentingnya subtopic ini, maka IEEE Computer Society mengadakan pelatihan yang diadakan setiap tahunnya mengenai program comprehension.
  • Reengineering
Reengineering biasanya tidak dilakukan untuk meningkatkan kemudahan melakukan maintenance (maintainability) namun untuk mengganti legacy system yang sudah berumur. Refactoringatau transformasi program yang mengorganisasi ulang (reorganisasi)tanpa mengubah perilaku sistem sekarang digunakan dalam reverse engineering untuk meningkatkan struktur program berorientasi objek.
  •  Reverse engineering
Reverse engineering adalah proses menganalisa subjek sistem untuk mengindentifikasi komponen sistem dan hubungan yang terjadi di dalamnya untuk direpresentasikan dalam bentuk lain atau pada level abstraksi yang lebih tinggi. Reverse engineering dilakukan secar pasif, artinya tidak mengubah sistem atau menghasilkan sistem yang baru. Sebuah usaha reverse engineering sederhana mungkin menghasilkan sesuatu yang disebut graphs dan control flow graphs dari source code. Jenis dari reverse engineering antaralain redocumentation dan design recovery. Date Reverse Engineering mempunyai pengaruh penting beberapa tahun belakangan. Topic Reverse engineering menjadi bahan diskusi dalam acara tahunan Working Conference on Reverse Engineering (WCRE).
  • Impact Analysis
Impact analysis mengidentifikasi keseluruhan sistem dan produk sistem yang dipengaruhi oleh permintaan perubahan (change request) dan membuat perkiraan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan perubahan. Dilakukan setelah permintaan perubahan (change request) diterima oleh configuration management process. Beberapa hal penting tentang impact analisis: Menentukan ruang lingkup perubahan untuk perencanaan dan implementasi. Membuat perkiraan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan secara akurat. Menganalisa untung / rugi perubahan yang diminta. Melakukan komunikasi dengan bagian lain tentang kompleks tidaknya perubahan yang dilakukan.

Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS